Rea tidak fokus pada rekor World Superbike, meski kecepatannya | Superbike Dunia
Jonathan Rea mengatakan dia fokus untuk menemukan performa maksimal dari Kawasaki ZX-10RR miliknya sebelum menghadapi prospek memecahkan rekor kemenangan balapan World Superbike sepanjang masa di Donington Park akhir pekan ini.
Juara bertahan World Superbike hanya tinggal satu kemenangan lagi untuk melampaui rekor kemenangan karir Carl Fogarty, setelah menyamai juara dunia empat kali di Imola dengan 59 kemenangan, dan terlihat sebagai pesaing kuat melawan rekan setimnya di Kawasaki, Tom Sykes.
Rea menduduki puncak latihan hari Jumat di Donington Park dengan lap terbaik 1m 28,003s dua persepuluh lebih cepat dari Sykes dalam sesi FP3 kering.
Setelah melihat dua sesi latihan pertama terhambat oleh hujan, Rea yakin putaran kandangnya tetap terbuka dan merasa tidak ada yang bisa mengikuti balapan dengan percaya diri, setelah kehilangan waktu lintasan kering yang penting sementara ramalan cuaca akhir pekan terlihat lebih hangat dan cerah.
“Hari itu cuacanya sangat buruk dan sesi pertama sangat basah sedangkan sesi kedua kondisinya hanya membuang-buang waktu,” kata Rea. “Sesi terakhir sangat sulit dengan lebar garis pengeringan sekitar dua meter.
“Saya tidak mencoba memikirkan memenangkan balapan besok atau Minggu untuk mencapai 60 kemenangan balapan, saya mencoba melakukan pekerjaan yang kuat. Sirkuit ini bukan yang terbaik bagi saya selama bertahun-tahun, tapi saya cukup baik dengan ZX-10RR saya.
“Tom cepat di sini jadi dia adalah titik acuan jadi saya akan mencoba pergi bersamanya dan melihat apa yang terjadi, tapi ini sulit bagi semua orang karena tidak ada orang yang memiliki hari sempurna dan bisa menjalani hari esok dengan percaya diri.”
((“fid”: “1299420”, “view_mode”: “default”, “fields”: “format”: “default”, “link_text”: null, “type”: “media”, “field_deltas” : “1”: “format”: “default”, “atribut”: “class”: “file elemen media-default”, “data-delta”: “1”))
Rea berharap keunggulan kecepatan Kawasaki dari sudut pandang paket dapat memberinya keuntungan besar dibandingkan pabrikan saingannya, namun ia menerima bahwa cuaca pada hari Jumat dapat memberikan kejutan di putaran kandangnya.
“Kami sangat beruntung dengan Kawasaki karena motor kami memiliki base level yang bagus, jadi saya merasa cukup kuat di lap-lap sebelumnya,” ujarnya. “Kami bisa terus bekerja besok, tapi kami hanya perlu mencari langkah kecil, bukan hitungan detik.
“Kami sering mengikuti perlombaan secara buta tanpa dibekali dengan informasi yang relevan, tapi itu juga menyenangkan.”